Workshop Pedoman Penilaian Angka Kredit oleh Prof. Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Si.

Bagian Hukum dan Kepegawaian mengadakan acara Workshop Penilaian Angka Kredit dalam rangka percepatan target Guru Besar di UNNES. Acara ini dilaksanakan atas inisiatif Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Zaenuri, S.E, M.Si,Akt. Acara yang berlangsung di Ruang Senat Gedung Rektorat itu dihadiri oleh Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemristekdikti Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A dan Anggota Tim Penilai Angka Kredit Pusat dari Kemristekdikti Prof. Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Si. sebagai narasumber.

Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A menekankan bahwa penilaian peer to peer dalam pengusulan jabatan ke guru besar harus bersifat objektif. Masalah yang sering ditemukan selama ini adalah hasil penilaian peer to peer yang diusulkan ke kemristekdikti adalah tidak adanya alasan pada keterangan lembar penilaian peer to peer yang biasanya hanya ditulis satu atau dua kata saja seperti contoh "valid". Padahal dalam penilaian peer to peer ada banyak aspek dalam penilaian yang dalam memberikan nilaianya harus ada alasanya kenapa dinilai segitu. Perasaan tidak enak dalam memberikan nilai harus dihilangkan, karena kalau penilaian peer to peer tidak dilaksanakan secara objektif maka ketika penilaian sampai di kemristekdikti akan ditolak, dan masalah seperti itu akan menyebabkan molornya waktu pengusulan karena harus bolak balik diperbaiki. "Mending disini gak enak dulu daripada gak enaknya di jakarta" begitu penegasan Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A.

Selain itu Prof. Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Si. menekankan bahwa pentingnya kesadaran pengusul dalam mengetahui syarat utama dalam mengajukan jabatan ke guru besar. Masalah yang sering ditemukan adalah pengusulan jurnal yang sudah di black list oleh kemristekdikti namun tetap diajukan. "Terlalu" begitu yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Si. karena sudah tahu jurnal itu di black list masih diajukan dalam penilaian. Syarat utama dalam penilaian ke guru besar tidak melulu terindeks Scopus, boleh Thomson Reuters dan Jurnal Internasional bereputasi lainya. Selain masalah masalah tersebut pengusul juga sering tidak melengkapi form-form isian yang sudah disediakan. Masalah link dan repository juga menjadi masalah penilaian di kemristekdikti, ditemukan beberapa artikel yang diupload di google drive padahal artikel harus di upload di repository institusi sedangkan yang bisa mengupload repository adalah pengusul. "kita tidak boleh pasrah bongkokan pada kepegawain, sudah pasrah bongkokan masih menyalahkan lagi, jadi jangan seperti itu" begitu ujar Prof. Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Si. 

Dipengunjung acara  Prof. Dr. Zaenuri, S.E, M.Si,Akt. menyempatkan waktunya untuk menutup acara ini. Diharapkan acara workshop ini menjadi pemicu akselerasi pertambahan Guru Besar di UNNES.

Berikut materi yang bisa diunduh dalam workshop ini :  Klik disini


About us

Biro Umum Hukum dan Kepegawain "SIAP" Santun, Inovatif, Amanah dan Peduli

Contact

Flickr

    Boxed
    Wide

    Main Background

    Color Scheme